Kepergianmu memang menyisakan luka, tapi juga membawaku kepada kebahagiaan yang sesungguhnya. Sebab bagi orang yang terlalu mencintai sepertiku, patah hati adalah suatu anugerah. Darinya, aku mengerti ternyata sesakit itu berharap kepada sesuatu yang semu; manusia. Yang terbaik pilihan Allah.
Pada saatnya nanti, kita akan sampai di titik-titik kejenuhan, merasa lelah akan segalanya, merasa kecewa atas perlakuan buruk manusia, bersedih atas ketidakmampuan diri. Hidup yang seperti ini tak hidup lagi. kita ingin pulang, tapi tak tahu hendak ke mana. benar-benar merindukan rumah yang bersedia menerima diri kita apa adanya, ramah yang tanpa penghakiman di dalamnya. Ya Allah, Aku Pulang" …
Tidak semua perasaan itu terbalaskan dengan penerimaan. Beberapa diantaranya akan menemui kekecewaan. Membawamu menuju kenestapaan paling dalam, membawamu menuju duka paling panjang. Hidup, tapi tanpa kehidupan. Hanya berjalan tak ada tujuan. Sungguh tidak ada cerita sejarah perjalanan hidup manusia yang lebih menyanyat, kecuali saat ia mengalami patah hati."Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-Poranda…